Laman

Jumat, 13 November 2015

Mr. Oruast

Assalamu'alaikum, pagi Blue. Lama nggak nulis di blog dan cerita. Nggak tau kenapa hari ini pengen nulis dan cerita lagi. Hari ini mau cerita masalah Mr. Oruast. oke, kamu udah tau kalau dari semester awal aku pernah cerita ke kamu kalau akau salut sama itu Mister. But, sampaia sekarang itu masih terjadi dan malah sulit untuk melupakan. Eeeaaa.. melepaskan?? melupakan?? kapan emang kalian pernah berjumpa dan ngobrol?? Hehehe, astaghfirullah..... Aku tahu memang hal ini tidak boleh terjadi. apa itu? Yups, menyukai lelaki yang belum tentu jodohnya dan itu juga masuk zina hati. Percuma ngaku single sampai halal kalau masih ada rasa semacam itu. Hadeww.... Pusing. Closer to Allah, Miss Tsurayya.
Awal tau Mr. Oruast dulu adalah saat masih semster 3, yups saat ada serah terima jabatan di Sie Kerohanian Islam. Saat itu ada kakak angkatan yang kebetulan akan menyerahkan jabatan kepengurusan ke angkatanku, termasuk aku. Nah, itu mbk bisikin aku. "Dek, lihaten anak yang duduk di belakang pinggir sebelah kanan yang tempatnya ikhwan". Aku toleh lah dia yang ditunjukkan oleh mbk ku yang lucu, panggil aja mbk Lela. Kemudian aku tanya ke Mbk Lela. kenapa sama itu anak mbk? mbk Lela nyeplos "Cakep ya? ittu anak pinter dek, lulusan pondok modern madani kayak di negeri 5 menara, hehehe". Dalam hatiku, wah gawat mbk ini jatuh hati sama adik kelas, hehehehe. Aku langsung aja sekenanya, " Iyo mbk lumayanlah.. pengen sama brondong mbk? hehehehe". mbk Lela jawab "ngawur ae dek, cuma bercanda iku. Siapa tau dirimu berminat".
Setelah acara itu aku tidk begitu memperhatikannya, ya hanya saat acara tersebut saja aku melihatnya pertama. Memang ada penasaran sama itu Mister. Tapi sudahlah fokus sama amanah sekarang. Saat rapat pertama ada salah satu pengurus mengajukan program rutin kajian mingguan. Dan dia mengajukan nama Mr. Oru, haduh perckapan dengan mbk Lela saat itu terngiang lagi. Astaghfirullah, yups istighfar saja yang bisa ku lakukan. Masyaallah sekalai itu pemuda. Masih muda sudah bisa berdakwah, dan juga dipanggil anak-anak ustadz. Sejak sata itu aku mulai tambaha penasaran dengan sosok nya. Aku ikuti kajiananya tiap minggu, sata itu membahas salah satu kitab yang terkenal mengenai hadits-hadits shoheh yang membahas mengenai kehidupan dan banayk lagi termasuk masalah ibadah pula. 
Mr. Oru aku sadar mulai saat itu aku jatuh hati. Tapi tidak itu tidak boleh. Aku sadar siapa aku, hanya anak biasa yang ilmu agamanya pun masih pas-pasan. Hanya mampu melihat dan memperhatikan bagaiaman kegiatannya. Mr. Oru sangat aktif di organisasi baik itu di intra maupun ekstra kampus. Beliau sosok yang Masyaallah lah... 
Saat ini aku sudah semester 7 dan sedang melakukan skripsi. Tapi entah kenapa ingin saja berbgai rasa ini dan mengingatnya kembali. Blue, thanks udah jadi mesin yang dengan ihklas jadi tumpahan curahan hati. Mengenai beliau Mr Oru, hanya mampu mengucapkan namnaya dalam tulisan dan doa. Do'a yang berharap jangan buat kesalutan atau kesukaan pada seorang pemuda ini berlanjut. Aku tidak ingin rasa ini mengalangiku menjaga hati. JIka meman berjodoh takkan kemana. Saat ini hanya ingin melupakannya, berjuang untuknya? Tidak. Aku pasrahkan pada yang Maha Membolak-balikkan hati. Terima kasih Yaa Rahman, telah memberiku rasa ini. Nmun, aku lebih berharap Engkau membantuku menjaga hati yang hanya untukMu saja. Biarlah rasa pada pemuda itu sebagai sebuah cerita. 
Cinta ini hanya sebagai bumbu dalam kehidupan, jika ku menghadapMu kupastikan takkan ada yang lain di hati. Yaa Rahiim, buatlah hati ini berlapang dada dan membantunya untuk istiqomah dikeputusannya. Syukron katsiir yaa rabb. Yaa sayyid Oruast, ana uhibbuka lillahi ta'ala. 
Kupasrahkan semua padaMu Yaa Jabbar. Fokus skripsi dan keluarga serta istiqoma pada ketetapan hati. Bismillah.... jangan sampai terjerat dan tenggelam dalam angan-angan yang semu.. AAAmiin.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar